top
 
top
 
top
   
 
SMK KESEHATAN JADI JEMBATAN PENGHUBUNG

Atambua-SI. Kehadiran SMK Kesehatan di wilayah Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, karena satu-satu Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan  yang akan menjadi jembatan menuju dunia kerja yang kompetetip di masa datang, juga sebagai jembatan penghubung antara kedua negara tetangga RI-RDTL.

“Kita sebagai warga di wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga kita Timor Leste harus bangga atas hadirnya SMK Kesehatan ini, karena kedepan Sekolah ini akan menjadi jembatan penghubung antar NKRI-RDTL,”.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas PPO Kabupaten Belu, DRS.Patrisius Asa,MM kepada Wartawan  media on line.di ruang kerjanya belum lama ini.

Di katakan SMK Kesehatan di Kabupaten Belu merupakan salah satu sekolah kejuruan di bidang kesehatan yang ke depannya akan menghasilkan SDM-SDM yang handal untuk menjawabi tantangan di era globalisasi sekarang ini. Sekolah ini adalah sekolah swasta murni yang didirikan oleh tim solid di bawah naungan Yayasan Cartintes.

“Kami sebagai Pemerintah dalam hal ini pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sangat mendukung kehadiran Sekolah ini karena Sekolah ini adalah salah satu sekolah kejuruan yang dirikan di wilayah perbatasan oleh para tim solid putera-putera terbaik di wilayah Kabupaten Belu ini yang juga turut memikirkan masa depan para generasi penerus bangsa ini di bidang pendidikan.”ujarnya.

Oleh karena itu kita harapkan anak-anak yang akan melanjutkan sekolah menuju kejenjang pendidikan ke tingkat SMA, harus memilih sekolah yang menurut dia itu menjadi keberlangsungan pendidikannya.

“Kita minta kepada para orangtua juga harus melakukan hal yang sama tidak berarti bahwa mereka tidak  boleh memilih sekolah sesuai kemauan anak-anak kita, tetapi sebagai orangtua tentu  juga harus berkomunikasi dengan anaknya dan  keinginanan anaknya.Kalau orangtua bertanya apakah benar sekolah itu ada di wilayah Kabupaten Belu, Patriks dengan tegas menyatakan bahwa sekolah itu benar ada dan  ya,” tegasnya.

 Menurutnya Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan yang telah dirikan di Kabupaten Belu  oleh Yayasan penyelenggara sekolah itu, dan tahun ajaran baru 2012/2013 ini sesuai informasi yang didapat telah menerima siswa/I baru sudah mencapai jumlah 320 siswa dan siswi yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar di waktu sore hari berlokasi di SDK.Motabuik Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu  Provinsi NTT.

Sementara memproses  perijinannya sedang diajukan ke Menteri Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan dalam memproses perizinannya harus memenuhi semua persyaratan dalam membangun suatu lembaga pendidikan, dan semua persyaratan itu sudah lengkap tinggal menunggu hasilnya.  “SMK Kesehatan itu sesuai dengan  regulasi yang ada pada Dinas PPO dibolehkan, artinya aturan membolehkan,”katanya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu yang berada di wilayah perbatasan RI-RDTL ini, agar bagi mereka yang berminat silakan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini.Tetapi orangtua juga harus memperhintungkan berbagai tantangan ataupun kesulitan yang akan hadapi untuk menentukan masa depannya.Sesuai aturan Sekolah  Kejuruan itu di bolehkan, tinggal masyarakat yang akan menentukan anaknya itu mau melanjutkan pendidikannya di mana.himbaunya.

Program Pendidikan Menengah Kejuruan Kesehatan diharapakan dapat menghasilkan tenaga perawat kesehatan yang memiliki tugas melaksanakan asuhan keperawatan dasar. Bertitik tolak dari pandangan ini, lulusan SMK Kesehatan tersebut merupakan tenaga Non Profesional dan mempunyai Kompetensi sebagai Perawat Pelaksana Keperawatan Dasar.

SMK Kesehatan Mengacu pada Sistim Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional yang lulusanya diharapkan dapat melaksanakan tugas perawat dasar dan keperawatan tertentu dibawah supervisi perawat profesional, dan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi para peserta didik sehingga dapat memperoleh pengalaman praktis yang dapat diterapkan ditempat kerja nantinya, dan lebih khusus dapat diterapkan pada individu, keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan yang lebih optimal menuju pembangunan sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan di wilayah Belu perbatasan RI-RDTL ini.harapnya.(Anis Ikun)

Kategori : Edukasi, Tanggal Post : Fri, 10 Aug 2012 02:06:19 AM, Kontributor : Anis Ikun, Dibaca : 1111 Kali.