top
   
 
NTT MEMILIKI LIMA BUAH PULAU KECIL TERLUAR

Kupang-SI. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Nusa Tenggara Timur, Anna Salean, mengatakan saat ini wilayah kepulauan ini (NTT) memiliki lima buah pulau-pulau kecil terluar berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 62 Tahun 2010.

"Ke-lima pulau yang dimaksud berdasarkan peraturan tersebut adalah Pulau Batek dan Pulau Dana di Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Pulau Ndana di Kabupaten Rote Ndao yang berbatasan langsung dengan Australia dan Pulau Manggudu di Kabupaten Sumba Timur yang berbatasan langsung dengan Malaysia," katanya di Kupang, Rabu (27/7/2011), terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan pulau-pulau kecil terdepan menyongsong datangnya status Daerah Kepulauan bagi NTT dan enam provinsi lainnya di Indonesia.

Pulau-pulau tersebut memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional. Artinya, pulau ini letaknya terdepan di kawasan perbatasan dengan negara lain, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak, terutama pemerintah pusat dan daerah dimana pulau-pulau tersebut berada. "Keberadaan pulau-pulau terdepan dan kawasan perbatasan RI pada umumnya adalah merupakan 'serambi terdepan' bagi pertahanan dan keamanan, sehingga diperlukan adanya komitmen dari negara untuk mengelola dan merawatnya," katanya.

Karena itu, menurutnya, pulau-pulau dan kawasan tersebut jangan dibiarkan kumuh atau tak dikelola, sehingga kasus seperti lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan terulang lagi (hanya karena RI dianggap pihak Mahkamah Internasional tak memberdayakannya). "Maka kewajiban Pemerintah untuk segera mengisi pulau-pulau terdepan ini, bukan hanya dengan penempatan satuan-satuan khusus militer, tetapi dimungkinkan untuk menempatkan penduduk (sipil)," katanya.

Itulah sebabnya, di sinilah pentingnya membangun infrastruktur atau membuka fasilitas-fasilitas khusus sesuai potensi daerah tersebut. "Manfaatnya akan sangat besar bukan saja bagi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga mensejahterakan bangsa ini hingga ke seluruh pelosok. Ia mengatakan selama ini pemanfaatan pulau-pulau kecil terluar itu hanya dapat dilakukan untuk pertahanan dan keamanan sehingga masih mengabaikan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi Hankam dan Luar Negeri dari Fraksi Partai Golkar, Paskalis Kossay mendesak Pemerintah tak hanya mengirim militer, tetapi harus segera membangun fasilitas memadai di pulau-pulau terdepan Indonesia. "Artinya, kita jangan hanya membangun pos-pos militer lalu mengirim pasukan Korps Marinir atau satuan tempur lainnya, tetapi pulau-pulau terdepan yang kebanyakan kosong tak berpenghuni itu mesti diisi pula dengan penduduk sipil," tegasnya di Jakarta.

Ia mengatakan itu, sehubungan dengan pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Poernomo Yusgiantoro yang kembali mengungkapkan, baru 12 dari 92 pulau terluar atau terdepan Indonesia memiliki pos (militer).

Kategori : Cakrawala, Tanggal Post : Wed, 27 Jul 2011 22:41:54 PM, Kontributor : Tim, Dibaca : 834 Kali.
Tinggalkan Komentar :
Komentar yang masuk untuk berita ini [ 0 ]
Isi komentar anda :
Nama :
e-Mail :
Website : http:// (Opsional)
Komentar anda :
Maksimal 200 karakter
Kode Security :
Reload Image
Ulangi kode diatas